Hadits : Tuntunan dan tradisi yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melalui sabda, sikap, perbuatan dan persetujuan beliau; sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam baik berupa perkataan, perbuatan, sikap atau persetujuan.
Hasan : Satu tingkatan (derajat) hadits di bawah shahih. Sebuah hadits digolongkan ke dalam tingkatan (derajat) hasan apabila daya hafal atau kecermatan dan ketelitian orang yang meriwayatkannya (perawi) masih kurang. Akan tetapi apabila terdapat banyak atau ada berbagai jalan dalam meriwayatkan hadits tersebut maka hadits tersebut meningkat menjadi shahih.
'Azza wa Jalla : Mahamulia dan Mahaagung.
Ta'ala : Mahatinggi.
Ta'awwudz: Meminta perlindungan kepada Allah dengan mengucapkan "A'udzubillah min ..." (aku berlindung kepada Allah dari ...).
Tahmid: Memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan mengucapkan "Alhamdulillah" (segala puji hanya milik Allah).
Tahrif : Menyelewengkan suatu nash dari al-Qur'an atau Hadits dengan mengubah lafazhnya atau membelokkan maknanya dari makna yang sebenarnya (memberikan tafsiran yang menyimpang dari makna sebenarnya yang dikandung oleh nash tersebut).
Takyif : Mempertanyakan bagaimana sifat Allah itu; atau menentukan bahwa hakikat sifat Allah itu begini atau begitu.
Tamtsil : Menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhlukNya.
Tiwalah : Guna-guna, sesuatu yang dibuat supaya seorang suami mencintai istrinya atau sebaliknya.
Risywah : Sogokan, uang semir atau pelicin.
'Ain : Pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki seseorang melalui matanya; kena mata.
20 June 2009
Kamus Da'i
Posted by
alikhwah
at
10:24 PM
1 comments
Labels: kamus da'i
Lafadz Takbir satu kali dalam iqomah gimana ?
Tanya :
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Banyak dari saudara kita yg melafadzkan takbir pada iqomah hanya sekali saja.... Bagaimana yg benar dan ana minta dalil-dalilnya bahwa pengucapan lafadz takbir pada iqomah adalah sebanyak 2 kali. (hamba Allah, bumi Allah).
Jawab :
Wa 'alaykum salam warahmatullahi wabarakaatuh, bahwa ucapan Takbir : Allahu Akbar Allahu Akbar = 1 kalimat. Maka ketika azan, takbir dibaca : Allahu Akbar Allahu Akbar...Allahu Akbar Allahu Akbar = 2 kalimat. lalu AsyHadu An laa ilaaha illallah....AsyHadu An laa ilaaha illallah = 2 kalimat itu menunjukkan bahwa azan itu genap (diucapkan 2x).
Dan iqomah diucapkan ganjil (1x) yaitu Allahu Akbar Allahu Akbar = 1 kalimat Asyhadu An laa ilaaha illallah = 1 kalimat.
Dari hadist riwayat Bukhari-Muslim ada perintah mengganjilkan iqomat sedangkan hadits riwayat Abu Dawud, Tirmidzi tsb lafadz takbirnya 2 kali. Kita tahu lafadz Azan untuk takbir adalah sbb:
Allohu Akbar Allohu Akbar (2x) AsyHadu An laa ilaaha illallah 2x .... dst. Nah jika lafadz azan ini diganjilkan maka menjadi seperti ini Allohu Akbar Allohu Akbar 1x, AsyHadu An laa ilaaha illallah 1x .... dst Jadilah lafadz iqamat.
Maka kita akan tahu bahwa dua hadist itu tidak bertentangan. Seperti fatwanya Syaikh Al Bani, tidak mungkin ada dua dalil shohih yang bertentangan. Hanya saja kita yang belum mengetahui hakikat dibaliknya.
Sebagai tambahan juga Akhi fiilah, dalam Hadits Bukhari dan Muslim yang memerintahkan Bilal untuk menggenapkan azan dan mengganjilkan iqomat adalah hadits mujmal (global) yang masih memerlukan penjelasan rinci.
Kemudian telah datang hadits shahih dari Abdullah bin Zaid yang diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi, dll yang dengan tegas menyebutkan lafaz iqomat:
Allohu Akbar Allohu Akbar
AsyHadu An laa ilaaha illallah
.......
Allohu Akbar Allohu Akbar
Laa ilaaha illallah
Lengkapnya silahkan lihat Kitab al-Masaail jilid 6 (karya Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam Masalah Bid'ahnya Takbir Satu Kali untuk Iqomat).
(2) Hukum mengingat Allah dengan lagu, bolehkah ?
Tanya :
Assalamu alaikum ustadz, ana bermaksud menanyakan tentang "hukum mengingat Allah melalui lagu" ana sering mendengarkan lagu Islam (biasanya lagu Opick) dan dari mendengarkannya itu ana sangat menikmatinya hingga tak jarang ana menangis karena mengingat Allah, apa itu salah ustadz ? Jazakallah atas jawabannya.
Jawab :
Dalam Firman Allah, Qs. Luqman ayat 6 disebutkan didalam ayat ada kata "Lahwal hadist". Para Ulama telah bersepakat bahwa, tafsiran "lahwal Hadist" adalah Al Ghina', dalam terjemahan indonesianya adalah Lagu. Ibnu Mas'ud berkata, "Jika lagu tadi diramaikan dengan alat alat musik, maka status hukum yang tadinya haram menjadi sangat haram". (majmu'ul fatama, syaikh bin Bazz II/hal.423).
Dzikrullah adalah mengingat Allah dengan memuji kepada-Nya. Baik dengan Nama Nama dan Sifat Sifat-Nya. Tentunya baromater dalam sebuah amal ibadah harus didasarkan pada ikhlas karena Allah dan "apakah amalan tadi dicontohkan oleh Rosulullah ?". apakah mengingat Allah melalui lagu itu merupakan suri tauladan Rosulullah ?, jika tidak kenapa kita tidak berani menolak!
Jika lagu itu menjadikan kita tambah menangis dihadapan Allah, maka perlu diwaspadai, yang sejatinya lagu itu adalah menjadikan kerasnya hati hamba. Inilah perkara hati pada diri seseorang, karena hati ini yang dapat diajak bicara atau berbisik-bisik, bisikan ini intinya ada 4, yaitu: bisikan hati, dari Alloh, bisikan hati sesuai tabiat manusia, bisikan hati dari malaikat, dan bisikan hati dari syaithon.
Manusia ditipu oleh syaithon lewat kerakusan dan keburuk prasangkanya. Ini agar dilawan dengan keyakinan yang mantap pada janji Alloh dan bersikap qana'ah.
Digoda lewat khayalan/lamunannya, maka kita lawan dengan Dzikrulloh dan ingat maut. Dijerumuskan lewat lagak santai dan kelezatan , keni'matan, maka dlawan dengan menyadari ni'mat itu tidak kekal, akan lenyap dan hisab dihari kiamat kelak adalah berat.
Ditipu dengan rasa bangga (ujub) atas keberhasilan usaha/amal, maka harus dilawan dengan mengingat karuniaNya dan takut akibatnya. Ditipu dengan sifat Hasud/dengki, maka dilawan dengan sikap yakin akan keadilan Alloh dalam membagi rejeki pada makhlukNya. Ditipu oleh sifat Riya', lawanlah dengan sifat ikhlas.
Inti utama dari menghindar terhadap tipu daya syaithon adalah Taubat, Dzikrulloh sebagaimana Rosulullah ajarkan, dan selalu menggantungkan diri pada kekuatan Alloh dengan menjaga ketaatan kita pada Allah, Insyaaloh Alloh SWT akan selalu menjaga kita.
(3) Musafir, Sholat Jum'at dan Qoshor.
Tanya :
Asalamu alaikum ikhwah ! Mau Tanya niih, kami dalam perjalanan wisata, kebetulan jarang ditemui masjid, bagaimana sholat jum'atnya, apakah boleh dijamak qashor pada sholat ashar?
Jawab :
Wa’alaikumussalam Adapun Sholat jum’at diwajibkan pada orang yang diwajibkan sholat berjamaah dalam kondisi berada dikota atau perkampungan yang ada masjidnya.
Syeikh Abdurahman as-Sa’di menyatakan,” Semua yang diwajibkan sholat berjamaah diwajibkan sholat jum’at apabila tinggal menetap di satu daerah. Diantara syaratnya adalah dikerjakan pada waktunya dan di daerah (perkampungan) serta didahulukan dengan dua khutbah.” (Manhaj as-Salikin).
Dengan demikian orang yang safar seperti keadaan yang saudara sampaikan tidak diwajibkan sholat jum’at karena masuk dalam keringanan yang diberikan syari’at.
Oleh karena itu, imam Ibnu Qudaamah menyatakan: “Sesungguhnya Rasululloh dahulu bepergian dan tidak sholat jum’at dalam safarnya. Beliau dulu dalam haji wada’ mendapatkan hari Arafah adalah hari jum’at, lalu beliau sholat zhuhur dan Ashar dengan di jama’ (dikumpulkan dalam satu waktu) dan tidak sholat jum’at.”(al-Mughni).
Namun bila Musafir kemudian menghadiri sholat jum’at maka sholatnya sah dan tidak usah sholat zhuhur lagi.
Perlu diketahui juga, tdak adanya keterangan shahih dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau melaksanakan shalat Jum'at saat dalam perjalanan, bahkan riwayat menyebutkan bahwa beliau menjama' (mengumpulkan) dua shalat –dhuhur dan ashar- saat di Arafah dan itu terjadi pada hari Jum'at. Ibnul Mundzir Rahimahullah berkata : "Keterangan yang dapat dijadikan dalil gugurnya kewajiban shalat Jum'at bagi musafir yaitu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam beberapa kali perjalanan-perjalanan beliau -sudah tentu- pernah ada yang bertetapan dengan hari Jum'at. Tetapi tidak ada keterangan yang sampai pada kami bahwa beliau melaksanakan shalat Jum'at sementara beliau dalam perjalanan. Bahkan keterangan yang pasti menunjukkan bahwa beliau melaksnakan shalat dhuhur di Padang Arafah pada saat hari Jum'at. Tindakan ini merupakan bahwa tidak ada shalat Jum'at bagi seorang musafir" [4/20]
Oleh karena itu ada keterangan-keterangan dari Shahabat yang menguatkannya.Dari Hassan Al-Bashri diriwayatkan bahwa Anas bin Malik menetap di Naisabur selama satu tahun -atau dua tahun- di selalu shalat dua raka'at lalu salam dan dia tidak melaksanakan shalat jum'at (Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Syaibah [1/442], Ibnul Munzdir [4/20] dengan sanad yang shahih).
Ibnu Umar Radhiyallahu 'anhu berkata "Tidak ada shalat Jum'at bagi Musafir"
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah [1/442], Ibnul Munzdir [4/19] dan Al-baihaqi dalam Al-Kubra [3/184] dengan sanad yang shahih.
[Disalin dari buku Hadyu Nabi Fi Yaumil Jum'ati Wal Yaltihaa Min Shahihil Sunnati, Edisi Indonesia Petunjuk Nabi Tentang Amalan Pada Malam dan Siang
Hari Jum'at, Penulis Umar Abdul Mun'im Salim, Penerjemah Abu Okasha, Penerbit Pustaka Azzam].
Kesimpulan :
Bahwa sholat jum'at itu adalah kewajiban atas orang yang mukim, sedangkan musafir hendaklah mengambil rukhshoh yang Allah berikan tadi, karena rukhshoh adalah shodaqohnya Allah kepada hamba. Untuk itu, seorang musafir mengganti sholat jum'atnya dengan sholat dhuhur. Adapun bila ia ingin mengqoshornya diwaktu sholat Ashar (sholat dhuhur-ashar) maka diperbolehkan, selama yang diqoshor bukan sholat sholat jum'at dengan sholat Ashar.
Posted by
alikhwah
at
10:22 PM
6
comments
Labels: as'ilah
MUJAHIDIN SOMALIA HAMPIR MENJATUHKAN PEMERINTAHAN MUNAFIK SOMALIA
14 Mei 2009, 09:53 AM
MOGADISHU (Arrahmah.com) - Mujahidin Somalia hampir menjatuhkan kekuatan pemerintah Somalia, mereka kini telah dekat dengan kediaman Presiden Somalia, Sharif Ahmed yang berada di bawah perlindungan tentara Uni Afrika.
Mujahidin dilaporkan meningkatkan kekuatannya dan terlihat dalam pertempuran-pertempuran terakhir melawan tentara pro-pemerintah.
Tentara-tentara Uni Afrika hingga gini masih bercokol di Somalia dan mengambil posisi di sekitar istana kepresidenan untuk memberikan perlindungan terhadap Sharif Ahmed.
Beberapa mortir mendarat di dekat kediaman presiden dan menewaskan beberapa tentara yang berjaga-jaga di sana.
Bagaimanapun, duta khusus Uni Afrika, Nicolas Bwakira, mengklaim AMISOM (African Union Mission in Somalia) akan mempertahankan pemerintahan sampai titik darah terakhir, dan ia menyangkal pemberitaan yang mengatakan tentara Uni Afrika berencana menarik mundur pasukannya dari Somalia.
"Kami memiliki cukup kekuatan dan kemampuan untuk memberikan perlindungan terhadap pemerintah. Tentara kami telah ditempatkan di sekitar kediaman presiden dan mereka telah siap untuk bertahan jika mendapat serangan," klaim Bwakira.
Ia mengatakan hal tersebut seperti ingin menyembunyikan bahwa mujahidin Al-Shabaab telah berada di dekat istana kepresidenan dan menguasai beberapa distrik penting di Somalia. Tembakan mortir ke dekat istana kepresidenan sebagai bukti keberadaan mereka. Sebentar lagi mujahidin akan mengambilalih kekuasaan dari pemerintahan munafik Somalia yang mendukung demokrasi ketimbang hukum Islam untuk mengatur negara.
Sumber Somalia juga melaporkan bahwa tentara-tentara pro-pemerintah telah meninggalkan gedung-gedung pemerintahan setelah dikalahkan oleh mujahidin. (haninmazaya/ptv/arrahmah.com)
SEPATU PAUS DI MASJID TIMBULKAN KONTROVERSI
Kontroversi seputar sepatu Paus Benediktus di masjid di Amman, menimbulkan reaksi dari seorang jurubicara Vatikan yang menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah dimaksudkan untuk membuat masalah.
Kontroversi mencuat ketika Paus tetap menggunakan sepatunya selama kunjungannya ke Jordan untuk bertemu pemimpin Muslim di negara tersebut.
Namun, juru bicara Vatikan, Federico Lombardi mengatakan bahwa Paus tidak bermaksud melecehkan Islam ketika ia tengah memasuki Masjid Al Hussein dengan sepatu.
"Benediktus tadinya sudah siap melepaskan sepatunya, tetapi para pengawalnya menghamparkan karpet khusus dan memintanya tidak melepas sepatunya," ujar Lombardi.
Kontroversi demikian justru terjadi ketika Paus ingin menghilangkan jarak dengan warga Muslim dunia selama safarinya ke negara-negara Timur Tengah. [Atj/ptv /www.hidayatullah.com]
GAME ONLINE LECEHKAN AGAMA
Alislamu.com - Kelompok Islam yang berpengaruh di Mesir mengecam sebuah permainan game online yang menggambarkan figur dari keyakinan para pemeluk agama saling berkelahi satu sama lain antara Muslim dan Nasrani, dan kelompok tersebut berhasil menuntut supaya game online tersebut di offline kan.
Dalam permainan game 'Faith Fighter', karakter Yesus, Nabi Muhammad, Budha, Tuhan dan Dewa Hindu Ganesha saling berkelahi satu sama lain dengan latar belakang gedung yang terbakar.
Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berbasis di Arab Saudi dan merepresentasikan negara-negera Muslim sedunia mengatakan bahwa game online yang melecahkan umat beragama tersebut harus segera di hapuskan dari internet. "Game online tersebut melecehkan dan menghina umat Muslim maupun Nasrani juga umat beragama lain..game tersebut tidak lain hanyalah berupa hasutan terhadap umat beragama," kata OKI dalam suatu pernyataannya.
Perancang game tersebut, Molleindustria, mengatakan bahwa game tersebut telah dimainkan secara online lebih dari setahun dan sudah dimainkan jutaan kali, terjadi salah pengertian terhadap game ini, namun sudah di hapus. "Game ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah game untuk melawan ketidak toleran dan sindiran terhadap islamopobia dari kartun nabi Muhammad denmark," kata Molleindustria dalam sebuah pesan emailnya. "Jadi, jika sebuah lembaga terhormat tidak mengerti sebuah ironi dan pesan yang akan kami sampaikan, maka kami telah gagal."
Meskipun game online tersebut sudah dimainkan beberapa waktu, OKI telah merespon sebuah artikel yang di publikasikan di media online Inggris dan menyatakan permainan tersebut telah menyinggung perasaan umat beragama. (erm/fani)
PERTEMUAN SEGITIGA AS AFGHANISTAN DAN PAKISTAN
Presiden Pakistan, Asef Ali Zardari, yang berada di Washington guna menghadiri pertemuan tiga arah pemimpin Amerika Serikat, Afghanistan, dan Pakistan, dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, dan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, mengharapkan dukungan lebih besar dari AS kepada pemerintah Pakistan. Zardari menekankan bahwa terorisme adalah kendala global dan Afghanistan serta Pakistan adalah korban dari fenomena tersebut. Oleh karena itu menurutnya masyarakat dunia juga harus ikut bertindak secara fundamental dalam mengatasi dan menanggulangi masalah ini. Hanya melalui cara ini stabilitas, keamanan, dan ketenteraman regional dan global dapat terwujud.
Di lain pihak, Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, juga mengharapkan hal sama yang dikemukakan oleh Zardari. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Afghanistan dan Pakistan memiliki pandangan yang sangat berbeda dengan mekanisme AS dalam menghadapi kelompok radikal dan terorisme.
Washington memutuskan untuk menambah jumlah pasukannya di Afghanistan dan meningkatkan serangannya ke wilayah adat di Pakistan. Sementara pemerintah Kabul dan Islamabad menilai strategi AS itu telah terbukti gagal. Sebab itu, Afghanistan dan Pakistan mengharapkan penyelarasan pandangan dan kinerja dalam menghadapi terorisme.
Pakistan menyetujui mekanisme ekonomi dan penandatanganan kesepakatan damai dengan kelompok-kelompok bersenjata. Tidak hanya itu, pemerintah Pakistan juga menekankan bahwa salah satu faktor yang menyulut gejolak adalah buruknya kondisi ekonomi, tidak tersedianya lapangan kerja, dan berbagai masalah hidup yang dihadapi para pemuda. Meski dalam beberapa waktu lalu diselenggarakan konferensi bantuan untuk Pakistan di Tokyo, namun disebutkan bahwa hingga kini bantuan tersebut belum sampai ke tangan Pakistan.
Di sisi lain, pemerintah Afghanistan juga menghadapi kondisi yang tidak lebih baik dari Pakistan. Serangan terbaru militer AS ke berbagai wilayah Afghanistan telah menewaskan lebih dari 100 warga. Afghanistan mendesak AS untuk lebih bekerjasama pemerintah Kabul.
Serangan masif itu terjadi di saat Karzai tengah berada di Washington untuk berunding dengan sejawatnya dari AS dan Pakistan. Meski Karzai menyatakan akan menyampaikan kritikan masyarakat Afghanistan, namun pada hakikatnya warga Afghanistan menghendaki penarikan mundur seluruh pasukan asing dari negeri mereka.
Namun tuntutan tersebut tidak digubris oleh AS dengan menyatakan akan menambah jumlah pasukannya di Afghanistan. Dari transformasi yang terjadi di kawasan dapat disimpulkan bahwa AS menuntut Afghanistan dan Pakistan untuk menyesuaikan dengan strategi Washington. Padahal selama ini terbukti bahwa seluruh langkah dan strategi AS tidak menghasilkan apapun kecuali memburuknya krisis.?(Irb/sbl)
Posted by
alikhwah
at
10:20 PM
0
comments
Labels: akhbar